Berita
Universitas Wahid Hasyim

post thumbail
8 Oktober 2018

    Pemanfaatan Dana Desa untuk Kesejahteraan Petani

    Semarang-Unwahas –  Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang gelar Seminar Nasional, yang bertemakan “Pemanfaatan Dana Desa Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Menuju Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional”.

    Acara yang digelar di kampus setempat pada Rabu kemarin (25/5), mengundang beberapa narasumber yang berkompeten, seperti Akhmad Muqowam (Ketua Komite I DPD RI, Ketua Pansus RUU Desa), Prof. Dr. Suprapti Supardi (Guru Besar Fak. Pertanian UNS).

    Dalam materinya Muqowam menyampaikan, pada dasarnya prinsip penggunaan dana desa 2016 berasaskan keadilan, kebutuhan prioritas dan tipologi desa.

    Prioritas penggunaan dana desa 2016 terbagi dua aspek, yakni pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. “Pada kontek pembangunan desa, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia, serta penanggulanggan kemiskinan. Sedangkan  pemberdayaan masyarakat desa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas warga desa dalam pengembangan wirausaha, peningkatan pendapatan, serta perluasan skala ekonomi individu warga atau kelompok mayarakat dan desa.” papar Muqowam.

    Lebih lanjut Ketua Komite I DPD RI tersebut menjelaskan, berdasar tipologi bagi desa tertinggal  adalah pemenuhan kebutuhan atau akses kehidupan masyarakat desa, bagi desa berkembang melalui pelayanan umum dan sosial dasar, baik pendidikan dan kesehatan masyarakat desa. Sedangkan bagi desa maju dan mandiri dilakukan perluasan skala ekonomi dan investasi desa, pengembangan BUM.

    Terhadap materi yang disampaikan, pada akhir sesi Muqowam menyimpulkan, penggunaan dana desa sangat tergantung kualitas perencanaan pembangunan yang dilaksanakan, semua komponen seperti Pemdes, Kelembagaan atau kelompok masyarakat wajib terlibat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.

    Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Suprapti mengulas terkait dengan Sub tema, yaitu Peranan Dana Desa Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional.

    Dia mengatakan, akibat adanya pengurangan  subsidi pertanian, irigasi dan BBM membawa dampak pada penghematan anggaran pemerintah, adanya penurunan produksi, naiknya biaya produksi.

    “Perlu dipahami Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini belum memadai karena disebabkan oleh sempitnya lahan pertanian, rendahnya produksi, anjloknya harga saat panen. Kucuran dana desa Rp.46.982,08 pada 2016, diharapkan mampu mendongkrak potensi desa yang jumlahnya mencapai 74.745 di Indonesia.” tandasnya.

    Sumber : http://www.kopertis6.or.id/home/50-pts/2898-soroti-besarnya-dana-desa-fak-pertanian-unwahas-gelar-seminar-nasional.html

Pemanfaatan Dana Desa untuk Kesejahteraan Petani
logo-kampus-merdeka