Pengumuman Program Kreativitas
Mahasiswa (PKM) dari Kemenristekdikti (25/03/2018) telah meloloskan 6.000-7.000
mahasiswa dari berbagai universitas di
Indonesia, salah satunya yaitu tim PKM penelitian mahasiswa Universitas Wahid Hasyim program studi Teknik Kimia angkatan
tahun 2015 yaitu Ninik Indah Hartati, Revy Andar Raesta dan Nayyifatus Sa’diyah dengan dosen pembimbingnya Laeli Kurniasari, ST, MT berjudul “EKSTRAKSI
MINYAK BIJI KAPUK RANDU (Ceiba Pentandra Gaertn) DENGAN EKSTRAKTOR BERBANTU
GELOMBANG MIKRO SEBAGAI
ALTERNATIF BAHAN BAKU PEMBUATAN SABUN “. Mengingat akan
kebutuhan minyak nabati yang terus meningkat dan kurang termanfaatkannya biji
kapuk maka para mahasiswa yang
berasal dari jurusan Teknik Kimia ini kreatif memanfaatkan limbah biji kapuk
untuk pembuatan sabun. Limbah biji kapuk mengandung 24-40% minyak dari berat
keringnya, akan tetapi selama ini masih belum
dimanfaatkan. Adapun untuk Metode ekstraksi yang digunakan yaitu
menggunakan ekstraktor berbantu gelombang mikro. Metode ini tergolong
metode baru yang menawarkan berbagai kelebihan bila dibandingkan dengan metode
ekstraksi konvensional. Dari ekstraksi tersebut dihasilkan minyak biji
kapuk yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sabun. Penelitian yang memakan
waktu 3 bulan ini menggunakan laboratorium yang ada di Jurusan
Teknik Kimia Unwahas yaitu Laboratorium Operasi Teknik Kimia untuk proses ekstraksi minyak dan Laboratorium Proses Kimia untuk formulasi sabun. Dengan adanya penelitian yang didanai oleh Kemenristekdikti ini diharapkan dapat memacu semangat teman-teman mahasiswa terutama mahasiswa UNWAHAS untuk berlomba-lomba memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif. Selanjutnya untuk produk minyak dan sabun itu sendiri bisa diusulkan lagi kedalam program PKM-Kewirausahaan supaya dapat melatih jiwa
enterprenuership mahasiswa dalam melakukan komersialisasi hasil-hasil
penelitian.