UNWAHAS – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi (1 Abad). Acara yang berlangsung khidmat ini dirangkaikan dengan agenda pembinaan bagi seluruh pegawai di lingkungan kampus.
Kegiatan yang dipusatkan di aula Fakultas Farmasi Kampus II Unwahas tersebut dihadiri oleh jajaran Yayasan, Rektorat, Dosen, serta staf kependidikan. Kehadiran sosok ulama kharismatik, KH Hanif Muhammad Zuhri, menjadi magnet utama dalam memberikan siraman rohani dan arahan strategis bagi para pegawai.
Dalam sambutannya, Rektor Unwahas menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan nilai-nilai kedisiplinan dan spiritualitas dalam bekerja. “Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang ketaatan dan transformasi. Hal ini harus diimplementasikan oleh seluruh pegawai Unwahas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya.
Prof Helmy menambahkan pada tahun 2026, Unwahas berada pada fase penting dalam pelaksanaan renstra 2026–2030, yang menandai tahap early growth menuju penguatan reputasi nasional dan internasional. “seluruh unit kerja baik akademik maupun non akademik diharapkan mampu menyusun dan melaksanakan program kerja yang selaras, terukur, dan berdampak, dengan menjadikan kinerja sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban administrative” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Pembina Yayasan Wahid Hasyim Semarang Turut hadir memberikan pembinaan
Turut hadir untuk memberikan pembinaan, Ketua Pembina Yayasan KH Hanief Ismail LC, beliau menyampaikan pentingnya komitmen dalam memperbaiki diri sendiri dalam bekerja dengan dilandasi ketulusan hati dalam mengabdikan diri didunia pendidikan “bekerja dengan hati. Jika kita menjaga rumah Allah (lembaga pendidikan Islam), maka Allah akan menjaga urusan rumah tangga kita” ujarnya.
Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah serta pembinaan pegawai oleh KH Munif Muhammad Zuhri. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya niat bekerja sebagai bagian dari ibadah. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Unwahas, serta keberkahan bagi seluruh civitas akademika dalam memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama.