UNWAHAS – Universitas Wahid Hasyim pada tahun ajaran 2023 ini membuka penerimaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), program ini memungkinkan Perguruan Tinggi untuk dapat memberikan pengakuan hasil pendidikan formal, nonformal, informal dan pengalaman kerja untuk menempuh pendidikan tinggi serta penyetaraan kualifikasi tertentu sebagai Dosen yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No.41 Th 2021 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau.
Melalui program RPL, waktu penyelesaian studi di Universitas Wahid Hasyim dapat dipersingkat karena hanya menempuh sisa Satuan Kredit Semester (SKS) nya yang tidak di rekognisi. Namun demikaian, perlu ditegaskan bahwa pendaftar yang mengikuti RPL Tipe A ini tidak serta merta mendapatkan ijazah secara langsung, yang artinya pemohon/calon Mahasiswa tetap harus menempuh studi di Universitas Wahid Hasyim selama beberapa waktu dalam jumlah semester tertentu.
Program studi di Universitas Wahid Hasyim yang menerima program RPL diantaranya adalah Agribisnis S1, Akuntansi S1, Hukum Ekonomi Syari’ah (Muamalah) S1, Ilmu Hubungan Internasional S1, Teknik Informatika S1, Teknik Mesin S1, Pendidikan Agama Islam S1, Ekonomi Islam S1, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah S1, Teknik Kimia S1, Manajemen S1.
Sementara itu Ibu Inawati, S.PI,S.H selaku Kabiro AAK Universitas Wahid Hasyim menjelaskan jika program tersebut juga dapat diambil oleh calon mahasiswa yang telah menempuh pendidikan formal SMA/SMK/MA/MAK/D1. “sebagai persyaratan umum pemohon/calon mahasiswa program RPL Tipe A adalah lulusan dari pendidikan formal D3/S1/S2 atau pernah menempuh pendidikan tinggi dengan status mengundurkan diri dan lulus atau lulusan dari pendidikan formal SMA/SMK/MA/MAK/D1 dengan memiliki bukti pengalaman pendidikan nonformal/informal/pengalaman kerja” jelasnya. Informasi mengenai program ini dapat diakses melalui website www.pmb.unwahas.ac.id atau Instagram @pmbunwahas dan @unwahasaja. “kami berharap dengan adanya program ini mampu membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi di Universitas Wahid Hasyim” pungkasnya. (DNY)