Berdasarkan data RISKESDAS (2018), pemeriksaan gula darah Diabetes Mellitus (DM) naik dari 6,9% menjadi 8,5%, tingginya angka penderita DM mendorong 3 mahasiswa farmasi Universitas Wahid Hasyim Semarang yaitu Nanda Kartika, Navisa Valda Amala, dan Isywari Pradinda untuk melakukan penelitian dengan mengembangkan buah kiwi sebagai terapi alternative untuk pasien DM yang dibuat dalam suplemen minuman dengan sentuhan nanopartikel. Penelitian tersebut dibimbing oleh Dosen Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim Semarang Ibu Elya Zulfa M. Sc., Apt. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)-Penelitian yang diselenggarakan oleh Kementerian Ristekdikti. Judul penelitian tersebut adalah PENDOSA: Pemanfaatan EkstrakKiwi (Actinidia deliciosa) Sediaan Nano Suplemen Penderita Diabetes Melitus Terhadap Aktivitaas Enzim SOD pada Tikus Diinduksi Streptozotocin.
Menurut Nanda Kartika, “Alasan menggunakan Buah Kiwi karena banyak ditemukan tumbuh di daratan tinggi terutama di Magelang, hanya saja belum digunakan secara maksimal manfaat dari kandungan Buah Kiwi”. Menurut Isywari Pradinda “Harga Buah Kiwi yang tidak murah, mendorong kami untuk memodifikasi Buah Kiwi menjadi bentuk Sediaan Nano Suplemen”.
“Buah Kiwi yang memiliki kandungan Antioksidan yang cukup tinggi dan mengandung zat-zat yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan karena kemampuannya melindungi DNA didalam inti sel manusia dari kerusakan akibat radikal bebas, untuk mencegah kanker dan kardiovaskuler, penyumbatan darah, stroke dan tekanan darah tinggi, gagal ginjal, diabetes, katarak dan glukoma’’ menurut Navisa Valda.
“Saya berharap penelitian ini dapat bermanfaat dan kedepannya dapat dikembangkan sebagai terapi preventif Diabetes Melitu berbasis bahan alam.” harap dosen pembimbing, Elya Zulfa.
Hasil penelitin yang didapat dengan uji Karakteristik pada suplemen nano ekstrak buah kiwi yaitu ZETA, Ukuran Partikel, dan Index Potensial yang cukup baik. Pengujian karakteristik Nanopartikel dengan berbagai variasi konsentrasi didapatkan hasil ZETA sebesar 22.4 mV, ukuran partikel 302.8 nm, dan Indeks Potensial sebesar 0.428 tersebut paling baik didapatkan pada konsentrasi ekstrak sebesar 10%. Serta dengan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan konsentrasi ekstrak kiwi 10% dalam sediaan nanopartikel sudah dapat menghambat aktivitas antioksidan sebesar 55,79%. Semakin tinggi kandungan Ekstrak Kiwi yang terdapat pada Suplemen Nanopartikel maka semakin tinggi pula aktivitas antioksidannya.