Berita
Universitas Wahid Hasyim

Perkuat Eksistensi di Kancah Nasional, Unwahas Berperan Aktif dalam Kegiatan Anugerah Pendidikan Tinggi LPTNU 2026
08 Mar 2026

Perkuat Eksistensi di Kancah Nasional, Unwahas Berperan Aktif dalam Kegiatan Anugerah Pendidikan Tinggi LPTNU 2026

UNWAHAS – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) terkemuka di Indonesia. Unwahas mengambil bagian secara aktif dalam rangkaian acara Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi LPTNU 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pusat di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada Selasa (10/03/2026) mendatang.

Keikutsertaan Unwahas bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan langkah strategis dalam mengukur kualitas mutu pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional. Dalam ajang ini, Unwahas masuk dalam berbagai kategori penghargaan yang kompetitif. Rektor Unwahas Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, ST., MT., IPM menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang LPTNU Awards ini merupakan wujud nyata dari semangat Aswaja yang dipadukan dengan inovasi modern “kami terus mendorong seluruh civitas akademika untuk tidak hanya unggul di dalam kampus, tapi juga diakui diluar kampus baik nasional maupun internasional” ungkapnya.

Prof. Helmy menyebut Unwahas akan mengusulkan Prof. Dr. Kh. Mudzakkir Ali, MA beserta Prof. Dr. Kh. Noor Achmad, MA sebagai Kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat perwakilan dari Unwahas Semarang “kami mengikuti berbagai katagori, mohon doanya agar Unwahas dapat membawa pulang juara dalam kategori tersebut” pungkasnya.

Selain ajang penganugerahan, delegasi Unwahas juga berperan aktif dalam seminar nasional yang membahas Grand Design Pendidikan Tinggi NU. Fokus utama yang diusung adalah adaptasi teknologi pembelajaran dan penguatan riset yang berdampak langsung pada masyarakat (pemberdayaan warga Nahdliyin). Dalam sesi membangun ekosistem riset dan inovasi Prof Helmy bersama narasumber lain keluar sebagai Narasumber.

Secara terpisah, Sekretaris LPTNU Dr. H. M. Faishal Aminuddin menjelaskan bahwa Anugerah LPTNU ini terdiri atas beberapa kategori: 1) kategori ilmuwan muslim berpengaruh dalam bidang kedokteran, sains terapan, teknologi, ekonomi dan lingkungan hidup. 2) kategori Pengabdi sepanjang hayat bagi tokoh NU yang berkontribusi terhadap pendidikan tinggi dalam proses kebijakan, filantropi dan pembangunan infrastruktur. 3) Dosen dengan Karya Ilmiah dalam bidang Saintek, Sosial Humaniora, Ilmu Agama dan Karya Kemasyarakatan dengan total 18 bidang ilmu. 4) Tenaga Kependidikan terbaik dengan bidang layanan dan pengabdian. 5) Lembaga / Pusat Studi terbaik dalam bidang inovasi, kerjasama dan pembangunan komunitas dan 6) Mahasiswa berprestasi dengan kategori akademik, olahraga, keagamaan dan Duta PTNU. “Anugerah LPTNU ini menjadi pengakuan bersama atas segala daya, upaya, ketekunan dan capaian sivitas akademika yang senantiasa berkhidmat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kontribusi terhadap masyarakat dan kemandirian jam’iyyah” tuturnya.

Sementara Ketua panitia seminar, Dr Abu Amar Bustomi menyampaikan bahwa acara seminar dibuka dengan pemaparan Prof.Dr. M Nuh sebagai Keynote Speaker. “beliau akan menyampaikan topik mendefinisikan tantangan Perguruan Tinggi dalam 10 tahun kedepan dan peran PTNU didalamnya”. Seminar ini berangkat dari dinamika global dunia pendidikan menuntut sebuah reorientasi fundamental terhadap peran institusi akademik dalam ekosistem kehidupan berbangsa. Seiring dengan percepatan disrupsi teknologi yang ditandai oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif, transformasi sosial yang dinamis, serta kompleksitas geopolitik. Institusi pendidikan tinggi saat ini memikul mandat untuk menjadi motor penggerak yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks. Semua pimpinan PTNU memberikan pandangan secara tertulis dan memberikan umpan balik dalam diskusi panel dimana semua hasilnya akan dirumuskan oleh LPTNU menjadi rekomendasi kepada PBNU.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Malam Anugerah LPTNU, Dr. Mustadin menyampaikan bahwa perhelatan yang digelar setelah shalat tarawih tersebut akan dihadiri oleh 200 undangan dari PTNU dan 100 undangan dari perwakilan pengurus NU dan Banom serta undangan dari lembaga lainnya. Dia menambahkan bahwa yang diumumkan profil peraih anugerah LPTNU bisa dibagi sesuai dengan jenis penghargaannya yaitu: Plakat emas diberikan kepada kategori Ilmuwan Muslim berpengaruh dan Pengabdian Sepanjang Hayat. Lalu untuk Plakat perak diberikan kepada Kategori Dosen dengan Karya Ilmiah dan Karya Kemasyarakatan. Terakhir Plakat Perunggu untuk kategori Tenaga Kependidikan dan Pusat Studi Terbaik. Adapun untuk mahasiswa terdapat medali bintang emas untuk Duta PTNU pertama, perak untuk kedua dan perunggu untuk ketiga. “untuk kategori prestasi mahasiswa akan diberikan medali. Selain kategori penghargaan diatas, ada tambahan penghargaan lain-lain yang lebih bersifat apresiasi dari pada kompetisi” pungkasnya. (DNY)

Daftar Disini! Daftar Disini Butuh Bantuan? Helpdesk