UNWAHAS BERSIAP TERIMA EMPAT MAHASISWA TIONGKOK

Di usianya yang baru 19 tahun, nuansa multikultur dan suasana internasional akan semakin terasa di kampus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Setelah mahasiswa asing asal Afghanistan, Irak, Thailand, dan Timor Leste menimba ilmu di kampus Sampangan Semarang itu, pada tahun akademik 2019/ 2020 ini, Unwahas akan menerima 4 mahasiswi asal Tiongkok.

Keempat mahasiswi tersebut akan sit in selama setahun dan belajar budaya Indonesia serta mengenal lebih dekat prinsip dan praktek ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja) yang bercirikan toleran (tasamuh), moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), dan adil. Demikian dijelaskan Rektor Prof. Dr. H. Mahmutaron SH MH seusai rapat persiapan penerimaan di kampus 2 (Selasa 6/8/19).

Sekretaris Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (IOP) Adi J. Purwanto, MA menambahkan bahwa mahasiswi asal Tiongkok mengikuti program Nusantara Felowship, kerjasama Unwahas dengan Konjen RRT di Surabaya. Sejak beberapa tahun ini, kerjasama memang berlangsung dengan intens meliputi bantuan hibah Chinese Corner di Unwahas, seminar bersama, hingga pengiriman dosen mengikuti Short Course. Pada tahun 2018 tercatat 6 dosen Unwahas mengikutinya serta pada tahun 2019 ada 9 orang. Saat ini juga tercatat ada 3 dosen Unwahas tengah menyelesaikan tahun akhir program doktoralnya di Tiongkok. Di tingkat mahasiswa, Ahmad Jazuli dari fakultas farmasi Unwahas berhasil menerima beasiswa S-2 dari Chinese Government Scholarship di Chinese Traditional Pharmacy, Tianjin University of Traditional Chinese Medicine.

Karena itu, program didesain untuk memperkuat kerjasama yang telah terjalin, termasuk juga dengan perwakilan pemerintah Provinsi Tianjin Tiongkok di Surabaya. Mahasiswa kedua negara akan saling mempelajari bahasa dan budaya masing- masing.

Wakil Rektor II Drs. H. Zain Yusuf, MM yang juga hadir dalam rapat menjelaskan bahwa keempat mahasiswi akan difasilitasi tinggal di asrama mahasiswa. Mereka akan datang di Unwahas bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019 ini. Selain belajar, mereka juga akan mengenal keunikan Semarang dan Jawa Tengah.

Pakar hubungan internasional Unwahas yang juga Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Andi Purwono mengapresiasi kerja keras IOP menyiapkan program. Menurutnya, kehadiran mereka selain bermanfaat bagi mahasiswa dan kampus juga mempererat hubungan kedua negara. Kehadiran mereka menambah kuat rajutan people to people relations (hubungan antarmasyarakat kedua negara) yang dalam kajian diplomasi akan mempererat state to state relations (hubungan antar negara). Artinya, pada gilirannya hal tersebut menambah erat hubungan baik kedua negara bersahabat dan berdaulat itu.

Terpisah, Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Dr. KH Noor Achmad MA menyambut baik perkembangan ini sebagai bagian upaya internasionalisasi “Kampus Aswaja Mendunia” secara terus menerus dan kesinambungan. Apalagi selain belajar budaya dan bahasa Indonesia serta Islam Nusantara di kampus, keempat mahasiswi juga akan dikenalkan secara langsung dengan berbagai organisasi dan kegiatan penting. Mereka akan melakukan kunjungan penting baik ke pesantren, organisasi keagamaan, sanggar tari, workshop batik, hingga ke keluarga tokoh dan dosen. Selain belajar, keempat mahasiswi juga akan memperkenalkan dan mengajarkan bahasa dan tulisan Tiongkok kepada mahasiswa Unwahas. Ini tentu kesempatan sangat mahal yang sulit ditemui di kampus lain(AP)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »