Potensi Daun Mangga Cegah Kanker Payudara

Indonesia menempati posisi pertama di Asia sebagai negara dengan jumlah kasus baru kanker payudara terbanyak, khususnya di Jawa Tengah  sebanyak terdapat 11.511 kasus (Pusdatin Kemenes RI, 2013). Eksplorasi bahan herbal merupakan upaya alternatif untuk menemukan agen kemoterapi yang mempunyai daya sitotoksik tinggi dan efek samping rendah. Pohon mangga merupakkan tanaman yang populer di indonesia dengan Rasa buah yang khas dan kaya vitamin, selain buahnya ternyata daun mangga yang selama ini dianggap hanya sebagai pengotor ternyata memiliki ativitas antikanker.

Hal tersebut mendorong 3 mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim Semarang untuk membuktikanya, mereka adalah Fitriasih, Siti Mega Komariyah, Nenni Pratiwi dengan judul penelitian : ANTARIKSA : “Aktivitas Sitotoksik dan Ekspresi Protein Bax dan Bcl-2 dengan Software ImageJ Ekstrak Daun Mangga (Mangifera indica L.) pada Sel Kanker Payudara MCF-7” yang dibimbing oleh Devi Nisa  Hidayati, M.Sc., Apt. dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Ristek Dikti yang akan berjuang esok 28 Agustus – 2 September 2018 pada Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke 31 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“saya harap penelitian ini bermanfaat untuk masyarakat dan kedepannya dapat dikembangkan sebagai agen kemopreventif berbasis alam” kata Devi Nisa. Menurut Fitriasih “Daun mangga mudah dijumpai, jumlahnya yang melimpah, dan belum banyak di manfaatkan, ternyata memiliki kandungan polifenol yaitu Mangiferin yang memiliki aktivitas antianker”

Daun Mangga diekstraksi menggunakan metode soxhletasi dengan pelarut metanol. Uji sitotoksisitas menggunakan MTT Assay dilakukan untuk mengetahui potensi ekstrak metanol daun Mangga dalam menghambat pertumbuhan sel MCF-7 sebanya 50% (IC50). Uji Ekstpresi protein menggunakan metode imunositokimia

“Penelitian Ekspresi biasanya hanya secara kualitatif, yaitu hanya mendeteksi adanya ekspresi / tidak. Disini kami menganalis dengan Software ImageJ menurut (Arianingrum dkk., 2016)  merupakan program analisis semi kuantitatif dengan menghitung jumlah area serta persentase % area yang berwarna coklat per satu lapang pandang sehingga diketahui berapa persen penurunan / peningkatan ekspresi sel” ungkap Nenni Pratiwi

Hasil penelitian menunjukan bahwa Efek sitotoksisitas dari ekstrak metanol daun mangga (Mangifera indica L.) dengan MTT assay pada sel  MCF-7 diperoleh nilai IC50 308μg/ml, serta dapat mempengaruhi apoptosis melalui penurunan ekspresi protein Bcl-2 dan peningkatan ekspresi protein Bax, sehingga sehingga mampu mengganggu potensial membran mitokondria sehingga terjadi pelepasan Cyt c ke sitosol dan Apoptosis (kematian sel kanker) dapat terjadi.

Bagikan:
Translate »