Mengelola Program Studi berdasar 9 Kriteria Akreditasi

Unwahas- Akreditasi adalah kegiatan penilaian untuk menentukan kelayakan berlangsungnya sebuah Program Studi dan Perguruan Tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Disamping itu, akreditasi juga bertujuan menjamin mutu Program Studi dan Perguruan Tinggi secara eksternal, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Hal ini dilakukan untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat terhadap pengelolaan sebuah perguruan tinggi. Demikian dituturkan Akhmad Mujahidin, pengurus pusat Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Semarang.

“Akreditasi dilakukan untuk memberikan jaminan agar proses pendidikan mengacu kepada Standar Nasional Pendididikan Tinggi,” terang guru besar dari UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau ini. Penjelasan tetang kiat-kiat dalam menyusun dokumen akreditasi ini disampaikan saat dirinya sebagai narasumber workshop bertajuk Penyusunan Instrumen Akreditasi 4.0 di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Kegiatan yang digelar selama dua hari sejak Sabtu (7/3) ini berlangsung di Kampus Unwahas Sampangan.

“Penyusunan borang atau dokumen akreditasi harus dibuat dengan serius,” jelasnya. Sekarang bukan lagi zamannya menyusun borang berdasar data bohong dan ngarang.  Penyusunan Lembar Kerja Program Studi (LKPS) dan Lembar Evaluasi Diri (LED) yang berbasis data dan regulasi di sebuah perguruan tinggi, akan dinilai menurut 9 kriteria dalam instrumen versi empat ini. Kriteria-kriteria tersebut merupakan bentuk penyempurnaan 7 standar yang telah dipakai selama ini. Sembilan kriteria ini mulai diberlakukan tahun 2020 oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Pemberlakuan instrumen baru dengan 9 kriteria ini diantaranya kriteria pertama adalah Visi, Misi, Tujuan dan Strategi. Kriteria kedua Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerjasama. Kriteria ketiga Mahasiswa. Kriteria keempat adalah Sumber Daya Manusia. Kriteria kelima Keuangan, Sarana dan Prasarana. Kriteria keenam Pendidikan. Kriteria ketujuh Penelitian. Kriteria kedelapan Pengabdian kepada Masyarakat, serta Kriteria kesembilan adalah Luaran dan Capaian Tridharma perguruan tinggi. Kesembilan kriteria tersebut berorientasi pada outputs dan outcomes yang diperoleh. Demikian dijelaskan oleh Mujahidin yang juga Rektor UIN Suska Riau.

Kegiatan sesi ceramah kemudian dilanjutkan dengan klinik borang untuk memberikan masukan atas dokumen yang telah disusun oleh program studi. Beberapa program studi dengan serius mengikuti sesi ini, diantaranya prodi Teknik Mesin, Teknik Informatika, Kedokteran, Manajemen, Agribisnis, Pendidikan Agama Islam, dan Hukum Ekonomi Syariah.

Sementara itu, ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Unwahas, Rita Dwi Ratnani mengatakan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk menuju akreditasi peringkat unggul bagi kampus Unwahas. Selaku pelaksana kegiatan, dirinya berharap agar tips yang diberikan narasumber dapat meningkatkan peringkat akreditasi kampus ini. Hadir dalam kegiatan tersebut para dekan fakultas, ketua program studi, para kepala bagian, serta tim penyusun borang di lingkungan Unwahas.

Wakil Rektor Unwahas Andi Purwono sangat mendukung penuh kegiatan ini. Kegiatan klinik borang sangat dirasakan manfaatnya. Beberapa poin penting sudah dan sedang dikerjakan. “Melalui workshop ini, target bagi beberapa program studi di Unwahas  untuk memperoleh predikat unggul tahun ini semoga dengan mudah dapat dicapai,” harapnya. (Humas)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »