Unwahas-Fakultas Ekonomi mengadakan acara Kuliah Umum mahasiswa baru bersam Prof. Dr. M. Nasir, M.Si., PhD., CA sabtu, (2/11) di Kampus 3 audit Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim dengan tema “Strategi Berkelanjutan Perguruan Tinggi Era Milenial”. Turut hadir pada acara ini Ketua Yayasan Wahid Hasyim, Rektor, Para Wakil Rektor I, Para Dekan, Civitas akademika Fakultas Ekonomi serta mahasiswa baru.
Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Prof. Dr. H. Noor Ahmad, MA dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa Yayasan berkomitmen mewujudkan Unwahas menjadi Word Class Univercity (Universitas Kelas Dunia) di tahun 2025, karena tahun 2020 merupakan milenstone ke 5 bagi Unwahas sejak berdiri.
Selain itu untuk menjawab era milenial, yayasan berupaya untuk mewujudkan pelayanan administrasi dan pembelajaran berbasis digital, sehingga perkuliahan tidak harus datang ke kampus maupun kelas, bisa dimana saja bahkan sampai ke luar negri. Akir-akhir ini yayasan telah bekerjasama dengan beberapa negara, seperti Cina. Kerjasama ini akan kita lanjutkan dengan kerjasama capaian mahasiswa lulus doble degree. Sebelum mengakhiri sambutannya berharap kepada Prof Nasir bisa memberikan perkuliahan di beberapa fakultas yang ada di Unwahas.
Prof Dr. Mahmutarom HR, SH., MH. Juga menyampaikan dalam sambutannya Kiamat berada disatu gengaman manusia. Artinya apa, tantangan kedepan yaitu perkembagan teknologi yang semakin pesat, dibuktikan dengan satu handphone ditangan kita, kita bisa melihat dunia. Maka kita harus bisa memanfaatkan kepada hal-hal yang positif. Selain itu berpesan kepada mahasiswa baru untuk bisa memanfaatkan kesempatannya menjadi mahasiswa untuk belajar ilmu-ilmu umum dan agama dengan baik.
Dilanjutkan mantan Menristekdikti Prof. Dr. M. Nasir memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim Semarang, “Ini untuk pertama kalinya saya memberikan kuliah umum setelah tidak lagi menjabat sebagai Menristekdikti.” Katanya.
Pada kesempatan tersebut M. Nasir mengungkapkan mengenai bagaimana menghadapi situasi jaman sekarang, yakni strategi berkelanjutan perguruan tinggi dan lulusannya di era milenial.
Menurutnya, era milenial merupakan situasi yang merubah cara pandang kita dimasa yang akan datang. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah pemanfaatan teknologi big data. “Kita saat ini telah mengalami perubahan yang amat sangat dahsyat, dimana diperkirakan 75 juta hingga 300 juta akan terjadi pergeseran terhadap pekerjaan atau bahkan pekerjaan tersebut akan hilang, dan akan muncul 1.8 juta jenis pekerjaan baru.” papar M. Nasir
Sumber daya manusia merupakan tantangan utama. Kita masih berada di bawah negara tetangga seperti Singapore, Malaysia, Thaildang bahkan Philipinan. Tetapi mengenai kesejahteraan siswa adalah terbaik di dunia. “Di bidang ilmu pengetahuan, Indonesia berada di urutan 62 dari 70 negara. Matematika urutan 64 dari 70 negara. Kegemaran membaca di urutan 63 dari 70 negara. Sedangkan Vietnam di bidang ilmu pengetahuan berada di urutan 30. Bidang Matematika berada diurutan 8.” jelasnya.
Dalam upaya membangun perguruan tinggi di masa depan yang lebih baik, M. Nasir mengharapkan agar perguruan tinggi mampu berperan menyiapkan lulusan berkualitas, berkompetitif, berkarakter dan memiliki jiwa intrepreneur. (Humas)