BERBEKAL KEPEMIMPINAN ASWAJA : 283 MAHASISWA UNWAHAS SIAP HADAPI TANTANGAN GLOBAL

UNWAHAS – Dunia kini sedang menghadapi krisis kepemimpinan yang memberikan dampak besar bagi karyawan maupun para pemegang saham. Hierarki kepemimpinan yang lama kini telah digantikan oleh sosok kaum-kaum muda yang membawakan gaya kepemimpinan yang fleksibel dan lebih bermakna.

Saat dunia berubah, budaya perusahaan akan menghadapi tantangan besar yang memaksakan seorang pemimpin untuk mampu berevolusi dengan cepat. Kepemimpinan dimasa depan ini sangat membutuhkan kesadaran diri saat para pemimpin ini memberikan perintah, mengambil keputusan dan juga memotivasi.

Pengamat tren kepemimpinan di dunia telah menyaksikan bahwa perkembangan cara berpikir para pemimpin sekarang lebih berani dalam mengambil keputusan dan mengambil risiko yang masif. Pemimpin sejati masa kini adalah orang-orang yang mampu memahami pemikiran mereka dan menciptakan hasil bersama timnya berdasarkan pemikirannya.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Ibu Ratih Pratiwi, S.Pd., SM., M.Pd., MM selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis membekali mahasiswa dengan program Kepemimpinan Ahlussunnah Wal Jamaah, dengan mengangkat tema “Penguatan ketrampilan strategic leadership dalam menjawab tantangan global berdasarkan nilai Ahlussunnah Wal Jamaah” yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2023 bertempat di Aula Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 283 mahasiswa program studi manajemen yang telah menempuh 7 (tujuh) semester di Universitas Wahid Hasyim, hal ini diharapkan pelatihan yang diberikan betul-betul dalam mengembangkan potensi diri para mahasiswa, meningkatkan kemampuan dalam kepemimpinan diri, dan tentunya untuk menjawab tantangan dunia sebagai pemimpin yang mampu berkarya dengan pemikirannya.

Dalam pelatihan kepemimpinan Ahlussunnah Wal Jamaah ini, dihadiri oleh para pemateri yang sangat berkompeten dan juga berpengalaman. Pemateri pertama yaitu dibawakan oleh Bapak Ulul Azam yang merupakan seorang motivator, konsultan & trainer pengembangan Sumber Daya Manusia. Bapak Ulul Azam dalam materinya banyak memberikan upaya-upaya dalam menggali potensi diri, membangkitkan semangat diri, dan juga membaca situasi sekitar dalam upaya mempromosikan diri sendiri. Hal ini tentu sangat berkaitan dengan tantangan-tantangan pemimpin dunia, yang mana seorang pemimpin dituntut untuk dapat peka dan meningkatkan kesadaran diri dalam membaca situasi dan kondisi, sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat juga meminimalisir risiko yang ada.

Pemateri kedua dibawakan oleh seorang praktisi profesional yaitu Dr. Bima Hermastho, ST., MM, yang merupakan seorang Direktur Assessment Center PT. Undip Citra Ciptaprima. Pemateri kedua ini membawakan bagaimana cara seseorang agar sukses dalam memimpin diri sendiri dan juga perusahaan dengan fikiran, hati dan juga tindakan dalam bekerja. Hal ini terkait erat dengan kepemimpinan Ahlussunnah Wal Jamaah dengan memberikan contoh sifat Rasulullah SAW yang sangat patut diteladani oleh seluruh umat islam di Dunia, yaitu As-Shidiq yang artinya benar dan jujur, Al-Amanah yang artinya dapat dipercaya, karena setiap perkataan maupun perbuatan yang ditunjukkan oleh rasul sudah pasti dapat dipercayai, At-Tabligh yang artinya menyampaikan wahyu, tidak sekalipun Rasulullah menyimpan wahyu dari Allah untuk dirinya atau hanya untuk keluarganya sendiri, setiap wahyu yang disampaikan kepadanya akan disampaikan kembali kepada umat manusia. Al-Fathonah berarti memiliki kecerdasan yang tinggi.

Pemateri ketiga juga tidak kalah hebatnya dengan pemateri-pemateri sebelumnya, yaitu Ibu Titi Agustina, SE., CMT., CPHARM yang merupakan seorang praktisi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, juga sebagai ketua umum Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK). Dalam materinya, Ibu Titi memberikan banyak cara dan trik dalam mengenali diri sendiri, mengenali sifat dan juga karakter diri sendiri, menggali potensi-potensi kekuatan diri sendiri dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah menyadari kelemahan yang dimiliki. Dalam berbagai hal, mengenali sifat dan karakter diri sendiri ini banyak terbentuk dari lingkungan, genetik, dan juga diri sendiri. Dalam mengenali kekuatan dan  kekurangan diri sendiri, peserta pelatihan diharapkan dapat memberikan fokusnya untuk meningkatkan kekuatan diri sendiri dan juga memahami batasan-batasan yang menjadi kekuarangan diri sendiri, bukan untuk memaksakan agar kekurangan tersebut tiada, namun hanya cukup dengan menyadarinya dan mengabaikannya dalam tingkat pengembangan diri.

Materi terakhir dibawakan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, seseorang yang menjadi tokoh inspirasi bagi banyak mahasiswa khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini merupakan seseorang yang cakap dalam memberikan contoh kepemimpinan yang baik, yakni Dr. Hasan, SE., M.Sc. beliau banyak menerangkan bagaimana karakter manusia dapat terbentuk dan sejauh mana kita dapat memberikan dampak baik bagi lingkungan kita. Dalam penyampaian materinya, beliau juga berpesan bahwasannya setiap keputusan yang diberikan akan selalu memberikan pengorbanan, dan seorang pemimpin tentunya harus berani berkorban meskipun itu akan dapat merugikan bahkan mencelakakan diri sendiri. Beliau juga berpesan, bahwasannya akan selalu ada hikmah dalam setiap keputusan yang ambil dalam menghadapi tantangan global.

Pelatihan ditutup dengan outbond dan kegiatan team buildings, keceriaan para peserta pelatihan Kepemimpinan Ahlussunnah Wal Jamaah pun pecah dan memberikan kesan yang bahagia. Penutupan langsung dilakukan oleh Ketua Program Studi Manajemen Universitas Wahid Hasyim, yang berlangsung di lapangan futsal Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan yang mana digunakan sebagai lokasi outbond dan team buildings berlangsung. ( TIM FEB – DNY )

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »