Berita
Universitas Wahid Hasyim

LPPM UNWAHAS Perkuat Tata Kelola Tridharma melalui Benchmarking ke LPPM UNUSA Surabaya
29 Jan 2026

LPPM UNWAHAS Perkuat Tata Kelola Tridharma melalui Benchmarking ke LPPM UNUSA Surabaya

Surabaya – 27 Januari 2026 — Dalam upaya memperkuat tata kelola penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hilirisasi riset, serta pengembangan kekayaan intelektual (HKI), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Kegiatan ini menjadi langkah strategis LPPM Unwahas dalam memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan tinggi, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan akreditasi dan pemeringkatan nasional maupun internasional.

Benchmarking ini dirancang sebagai forum berbagi praktik terbaik (best practices) antar perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, khususnya dalam pengelolaan LPPM yang profesional, akuntabel, dan terintegrasi. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berupaya memperluas jejaring kelembagaan, memperkuat sinergi riset dan pengabdian, serta mendorong transformasi tata kelola LPPM yang berorientasi pada luaran dan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan pengembangan institusi.

Delegasi LPPM Unwahas dipimpin langsung oleh Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si., didampingi oleh jajaran pimpinan bidang, yakni Apt. Ayu Sabrina, S.Farm., M.Farm. selaku Kepala Bidang Penelitian dan Hilirisasi, M. Fatchurrohman, S.HI., M.E. selaku Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Pusat Pengembangan Pasar Modal, serta Linda Indiarti Putri, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala Bidang Publikasi Jurnal dan Kekayaan Intelektual. Rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan LPPM UNUSA yang dipimpin oleh Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D, Ketua LPPM UNUSA, bersama para ketua bidang dan sekretaris LPPM UNUSA.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM Unwahas, Dr. Agus Riyanto, menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi bagian penting dari agenda strategis LPPM Unwahas dalam melakukan penguatan tata kelola kelembagaan secara menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa LPPM Unwahas tengah mendorong inventarisasi seluruh program penelitian, pengabdian, publikasi, dan hilirisasi agar terintegrasi dalam satu sistem manajemen LPPM yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) internal harus diarahkan pada skema yang tepat sasaran, selaras dengan roadmap universitas, serta mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Agus Riyanto menjelaskan bahwa LPPM Unwahas menargetkan peningkatan kualitas dan kuantitas luaran Tridharma melalui penguatan publikasi ilmiah, peningkatan skor SINTA dan ID Scopus, serta percepatan akreditasi jurnal. Upaya tersebut didukung dengan kebijakan insentif pengelola jurnal, insentif publikasi dosen, serta optimalisasi anggaran penelitian dan PkM yang berbasis luaran. Selain itu, pengembangan program hilirisasi riset berbasis inkubator bisnis yang dikelola secara profesional menjadi fokus utama agar hasil penelitian tidak berhenti pada laporan, tetapi mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua LPPM UNUSA, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNUSA terus mendorong penguatan Tridharma Perguruan Tinggi melalui orientasi internasionalisasi dan kolaborasi strategis. Ia menekankan pentingnya tata kelola LPPM yang kuat dalam mengelola hibah penelitian dan PkM, baik internal maupun eksternal, agar menghasilkan luaran yang terukur, mulai dari publikasi bereputasi internasional, perolehan HKI, hingga program hilirisasi berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Menurutnya, penguatan jurnal terakreditasi SINTA, peningkatan publikasi Scopus, serta pengembangan KKN internasional menjadi instrumen penting dalam membangun reputasi akademik universitas.

Diskusi dan pertukaran gagasan dalam benchmarking ini secara komprehensif membahas berbagai isu strategis, antara lain pengelolaan hibah penelitian dan PkM internal, pengembangan skema penelitian dan PkM yang relevan dan berdampak, peningkatan akreditasi jurnal dan sistem publikasi ilmiah, penguatan insentif publikasi dan pengelola jurnal, pengembangan program desa binaan berkelanjutan, hingga hilirisasi riset berbasis inkubator bisnis yang terintegrasi dengan dunia usaha dan industri. Selain itu, dibahas pula potensi kerja sama lintas bidang, baik penelitian, pengabdian, publikasi, maupun implementasi program turunan kerja sama di tingkat universitas.

Melalui kegiatan benchmarking ini, LPPM Unwahas dan LPPM UNUSA berharap dapat merumuskan rekomendasi strategis dan model kolaborasi yang dapat diimplementasikan secara konkret dalam program kerja masing-masing institusi. Sinergi antar LPPM di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan riset unggulan, pengabdian yang berdampak, serta inovasi yang berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

LPPM Unwahas mengajak seluruh sivitas akademika dan pemangku kepentingan untuk memberikan doa dan dukungan agar hasil benchmarking ini dapat menjadi pijakan penting dalam penguatan program LPPM ke depan, sekaligus mempertegas komitmen Universitas Wahid Hasyim dalam menghadirkan Tridharma Perguruan Tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi kemaslahatan.

Daftar Disini! Daftar Disini Butuh Bantuan? Helpdesk