UNWAHAS – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) memperkuat aspek Kepemimpinan Mahasiswa Unwahas dengan meresmikan program Maxwell Youth Leadership. Program strategis ini bertujuan menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berkarakter, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat global. Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Farmasi ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Bidang Kemahasiswaan dan FutureHub di bawah arahan langsung Wakil Rektor III Unwahas.
Peresmian Program oleh Wakil Rektor III
Wakil Rektor III Unwahas, Dr. Ratih Pratiwi, S.Pd., M.Si., M.M., membuka kegiatan ini secara resmi sekaligus memberikan sambutan utama. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa kepemimpinan merupakan kapasitas personal untuk memberikan pengaruh positif.
“Kami memandang kepemimpinan bukan lagi sebagai posisi struktural, melainkan kapasitas personal untuk memberi pengaruh positif dan mengambil keputusan etis,” tegas Dr. Ratih Pratiwi. Beliau juga menjelaskan bahwa universitas sangat memerlukan penguatan kepemimpinan pelajar di tengah dinamika global. “Program ini menanamkan nilai-nilai karakter, integritas, serta komunikasi yang efektif kepada mahasiswa agar mereka siap memberikan dampak sosial,” tambah beliau. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa nilai-nilai Aswaja seperti moderasi dan toleransi harus menjadi landasan moral utama untuk menjaga keharmonisan sosial.
Peluncuran ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan universitas yang hadir langsung di lokasi. Dr. Dian Listiarini, M.Or. selaku Ketua Pusat Karier, Kewirausahaan, Alumni, dan Magang (PKKAM) serta Bp. Kamilin, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan hadir bersama seluruh staf dan jajarannya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif Unwahas dalam membangun ekosistem pembinaan mahasiswa yang terstruktur, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Acara inti berlangsung dinamis melalui tiga sesi pembelajaran yang komprehensif. Pertama, Anjelia Reisa selaku CEO Govokasi membuka sesi dengan memaparkan materi bertajuk Future Ready Generation. Dalam sesi ini, beliau mengajak mahasiswa untuk memahami kompetensi yang perlu mereka miliki agar tetap tangguh menghadapi tantangan masa depan.
Sesi kedua berlanjut dengan Training Facilitating yang dipimpin langsung oleh Daniel Gondosaputro. Sebagai Executive Director Maxwell Leadership Indonesia, beliau tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melatih mahasiswa teknik memfasilitasi kelompok agar mampu menggerakkan orang lain secara positif. Beliau menekankan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu melayani dan memberikan keteladanan bagi lingkungan sekitar.
Sebagai penutup, para peserta masuk ke sesi Simulation. Pada tahap ini, mahasiswa mempraktikkan langsung seluruh teori yang telah mereka dapatkan. Didampingi oleh Evie Wahyuni, para peserta terlibat dalam simulasi pengambilan keputusan dan penyelesaian konflik. Melalui rangkaian materi dan praktik ini, 120 mahasiswa yang hadir diharapkan tumbuh menjadi agen perubahan yang berintegritas.